Program Studi S2 Teknik Elektro menerapkan Kurikulum 2026 sebagai bagian dari pengembangan proses pembelajaran yang mengikuti perkembangan keilmuan, teknologi, dan kebutuhan dunia industri.
Pada kurikulum ini, mahasiswa dapat menempuh pendidikan melalui dua skema, yaitu Master by Course (MBC) dan Master by Research (MBR). Kedua skema dirancang untuk memberikan pilihan jalur studi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, baik yang ingin memperdalam kompetensi melalui perkuliahan maupun yang ingin memberikan porsi lebih besar pada kegiatan penelitian.
Skema Master by Course
Pada skema Master by Course (MBC), Program Studi S2 Teknik Elektro menawarkan lima peminatan. Masing-masing peminatan memiliki fokus keilmuan yang berbeda sehingga mahasiswa dapat memilih bidang yang paling sesuai dengan minat, pekerjaan, maupun rencana pengembangan kariernya.
1. Intelligent Wireless Communications & Satellite Systems (IWCSS)
Peminatan ini berfokus pada perkembangan teknologi komunikasi nirkabel, sistem satelit, radar, serta berbagai teknologi pendukung konektivitas masa depan.Mahasiswa akan mempelajari topik-topik yang berkaitan dengan komunikasi nirkabel modern, termasuk teknologi 5G and Beyond, antena dan propagasi, penginderaan jauh (remote sensing), serta rekayasa sistem satelit. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan pada peminatan ini antara lain Advanced Wireless Communications, Antenna and Propagation, Remote Sensing, dan Advanced Satellite Engineering. Peminatan ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mendalami bidang komunikasi seluler, satelit, sistem radio, maupun penelitian terkait teknologi komunikasi generasi berikutnya.
2. Network Engineering and Cyber Security (NECS)
Peminatan Rekayasa Jaringan dan Keamanan Siber membahas perancangan, pengelolaan, pemodelan, dan pengamanan jaringan serta infrastruktur digital. Selain memahami bagaimana suatu jaringan dirancang dan dioptimalkan, mahasiswa juga mempelajari berbagai aspek keamanan informasi dan keamanan siber yang semakin penting seiring dengan meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital. Beberapa mata kuliah pada peminatan ini meliputi Advanced Network Security, Network Mathematics, Information Security, Software Networks, dan Digital Forensics. Peminatan ini sesuai bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang jaringan komputer, infrastruktur telekomunikasi, keamanan informasi, maupun keamanan siber.
3. Regulation and Management of Telecommunications (RMT)
Perkembangan teknologi telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh regulasi, kebijakan, strategi bisnis, dan pengelolaan industri. Peminatan Regulasi dan Manajemen Telekomunikasi dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai hubungan antara teknologi dengan aspek manajemen dan kebijakan di sektor telekomunikasi. Mahasiswa akan mempelajari mata kuliah seperti Digital Telecommunication Policy, Technology Policy and Ethics, Telecommunication System and Network Planning, Digital Business Project Management, serta Strategic Management in Telecommunication Industries. Peminatan ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang bekerja atau ingin berkarier di operator telekomunikasi, regulator, instansi pemerintah, perusahaan teknologi, maupun pada bidang perencanaan dan manajemen telekomunikasi.
4. Control and Intelligent Systems (CIS)
Peminatan ini berfokus pada sistem kontrol, otomasi, robotika, embedded system, serta pengembangan sistem cerdas. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana suatu sistem dapat dimodelkan, dikendalikan, dan dikembangkan agar mampu bekerja secara otomatis maupun otonom. Mata kuliah yang mendukung peminatan ini antara lain Advanced Robotics, Model and Simulation of Control Systems, Advanced Embedded Systems, Autonomous Navigation Robots, Industrial Automation, dan Biomedical Instrumentation. Melalui peminatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi pada bidang otomasi industri, robotika, sistem kendali, perangkat tertanam, serta berbagai aplikasi sistem cerdas.
5. Sustainable Energy Systems (SES)
Peminatan Sistem Energi Berkelanjutan membahas perkembangan sistem energi modern dengan perhatian pada efisiensi, keandalan, pemanfaatan energi terbarukan, serta proses transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Mahasiswa akan mempelajari berbagai topik seperti Energy System Reliability, Energy Storage, Grid Modernization, dan Energy Modeling and Simulation. Selain aspek teknis, peminatan ini juga membahas aspek kebijakan dan ekonomi energi melalui mata kuliah seperti Energy Policy, Energy Economics, serta Electric Transportation Systems. Peminatan ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mendalami sistem tenaga, energi terbarukan, penyimpanan energi, kendaraan listrik, maupun perencanaan dan kebijakan energi.
Skema Master by Research
Selain Master by Course, Program Studi S2 Teknik Elektro juga menyediakan skema Master by Research (MBR). Skema ini ditujukan bagi mahasiswa yang ingin memberikan porsi lebih besar pada kegiatan penelitian selama masa studi. Jika pada Master by Course proses pembelajaran lebih banyak dilakukan melalui mata kuliah terstruktur, pada Master by Research kegiatan riset menjadi bagian utama dari proses pendidikan. Mahasiswa akan bekerja bersama dosen pembimbing dalam suatu topik penelitian yang sesuai dengan bidang keahlian dan minatnya. Proses penelitian dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan permasalahan penelitian, kajian literatur, penentuan metode, pelaksanaan penelitian, analisis hasil, hingga penyusunan tesis dan publikasi ilmiah. Skema Master by Research dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperkuat kemampuan penelitian, bekerja sebagai peneliti, mengembangkan inovasi di industri, maupun mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral.
Struktur Kurikulum Program Studi S2 Teknik Elektro
Kurikulum 2026 Program Studi S2 Teknik Elektro memiliki total beban studi sebesar 40 SKS. Struktur kurikulum terdiri atas mata kuliah dasar, mata kuliah sesuai bidang peminatan, mata kuliah pilihan, serta rangkaian kegiatan penelitian dan tesis. Pada tahap awal perkuliahan, mahasiswa memperoleh sejumlah mata kuliah yang menjadi dasar bagi kegiatan akademik dan penelitian pada jenjang magister, antara lain:
- Advanced Engineering Mathematics
- Deep Learning for Electrical Engineering
- Entrepreneurship for Engineers
- Research Philosophy and Ethics
- Research Design
Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa dibekali kemampuan dasar dalam matematika rekayasa, kecerdasan buatan, kewirausahaan, etika penelitian, serta perancangan penelitian. Pada tahap berikutnya, mahasiswa akan mengambil mata kuliah yang lebih spesifik sesuai dengan peminatan masing-masing. Kegiatan perkuliahan kemudian dilengkapi dengan proses penelitian dan penyusunan tesis di bawah bimbingan dosen yang memiliki bidang keahlian terkait. Dengan struktur tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan analisis, perancangan, pengembangan sistem, maupun penelitian.
Dokumen Struktur Kurikulum 2026
Struktur lengkap Kurikulum 2026 Program Studi S2 Teknik Elektro, termasuk susunan mata kuliah pada setiap semester dan masing-masing peminatan, dapat dilihat pada dokumen berikut:
Ekuivalensi Kurikulum 2024 dan Kurikulum 2026
Penerapan Kurikulum 2026 juga disertai dengan penyusunan ekuivalensi antara Kurikulum 2024 dan Kurikulum 2026. Ekuivalensi ini diperlukan untuk memastikan mahasiswa yang telah menempuh sebagian proses studi dengan Kurikulum 2024 tetap dapat melanjutkan perkuliahan dengan baik setelah diberlakukannya Kurikulum 2026. Program studi telah melakukan pemetaan kesetaraan mata kuliah pada kedua kurikulum, baik untuk mata kuliah dasar, mata kuliah peminatan, mata kuliah pilihan, maupun mata kuliah yang berkaitan dengan penelitian dan tesis.
Dengan mekanisme tersebut:
- Mahasiswa aktif tidak perlu mengulang mata kuliah yang telah ditempuh dan dinyatakan lulus pada Kurikulum 2024.
- Mata kuliah yang telah lulus akan diakui kesetaraannya dengan mata kuliah pada Kurikulum 2026 sesuai dengan pemetaan ekuivalensi resmi yang ditetapkan oleh Program Studi S2 Teknik Elektro.
Ketentuan ekuivalensi ini diharapkan dapat menjaga kelancaran proses studi mahasiswa selama masa transisi kurikulum.
